Langsung ke konten utama

Lupa

Terkadang cinta saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai landasan bahwa sepasang manusia bisa bersama selamanya.

Terkadang kamu sudah cukup baik, tapi dia masih mencari yang lebih baik lagi. Ketika seseorang benar-benar mencintaimu, kamu akan mampu membuat dia berhenti mencari, jadi selama dia masih mencari itu adalah tanda dia tidak benar-benar mencintaimu

Manusia adalah makhluk sempurna secara fisik tapi tidak secara fitrah, manusia tempatnya lupa dan salah. Jangan benci! Jangan! Kamu juga pernah lupa dan salah, ketika ada yang menyakitimu, belajar ikhlaskan, ingat dia sama denganmu:') sulit memang, Allah tidak memintamu ikhlas begitu saja, Allah memintamu untuk belajar. Ketika sudah baik masih belum cukup, cantik/tampan masih belum cukup, cerdas dan kaya masih belum cukup bagi manusia lain untuk mencintaimu, semua itu karena mereka hanya manusia biasa, mereka sulit untuk merasa puas dan bersyukur. Jadi berhentilah mencari cinta manusia, ada Allah yang mencintaimu tanpa syarat, dekatkan dirimu kepadaNya maka Allah akan mencintaimu lebih dan lebih dengan caranya:)

Untuk kamu yang pernah berkali-kali dipatahkan, dibangkitkan kembali, dan dihancurkan kembali berkeping-keping oleh manusia. Jangan lelah ya! Tidak boleh! Kamu tidak diperkenankan untuk lelah! Jangan menunduk karena nanti mahkotamu jatuh!

Angkat kepalamu, hadapi dunia yang kejam ini, pungut setiap kepingan-kepingan yang berserakan, susun kembali perlahan-lahan, kamu mungkin akan terluka selama proses penyusunan kepingan-kepingan itu, tapi percayalah, ada yang jauh lebih mencintaimu dibandingkan dirimu sendiri, dan dia lah yang membuatmu masih bertahan sampai sejauh ini.

Siapa dia? Allah SWT, Ya Dia yang menciptakan mu dan yang menghidupkan mu, Dialah yang paling mencintaimu. Jadi berhentilah menangis, berhenti merasa tidak dicintai, kamu hanya terlambat menyadari, bahwa cinta sejatimu hanya cinta Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Masa lalumu adalah ketika kamu dilahirkan dan masa depanmu adalah kematian. Hidup hanya proses pembentukan diri, proses uji manusia layak atau tidaknya untuk di sisi Allah, Allah berikan nikmat yang tak terkira sebagai ujian, apakah kamu tetap mencintaiNya saat kamu merasa kamu memiliki segalanya? Dan banyak manusia yang tersesat di fase ini. Mereka lupa:') termasuk aku.

Saat kamu bahagia atau sedih, ingatlah kamu adalah milik Allah, apapun yang kamu rasakan saat ini adalah pemberiannya, maka bersyukurlah karena Allah pasti memberikan hikmah di setiap pemberiannya.

Jangan berburuk sangka, gunakan akalmu untuk berpikir dan melihat dari banyak sudut pandang. Semua yang kamu jalani tidaklah seburuk itu, percayalah Allah selalu punya rencana baik untuk Hamba-Nya

Komentar